Selamat Datang di Laman AGPG (Asosiasi Guru Penulis Grobogan) Asosiasi Guru Penulis Grobogan, merupakan perkumpulan guru yang berkomitmen untuk mengembangkan kompetensi bidang penulisan buku dan penyediaan bahan ajar bagi siswa

Kegiataku dipagi ini

Jenis tulisan : Artikel, Reportase
Oleh Dwi Sapitri, S.Pd.
SDN 2 Sarirejo

Hari ini, dipagi yang  mendung disertai rintik -rintik hujan. Tak menghalangiku langkahku untuk tetap melakukan kegiatan seperti biasanya. Saya datang ke sekolah di SDN 2 Sarirejo pukul 07.30. setelah sampai di sekolah saya langsung bergegas memberi tugas kepada anak-anak. Kebetulan saya mengajar di kelas satu di SDN 2 Sarirejo. Kegiatan selanjutnya, tepat pukul 08.00 saya mengikuti zoom meeting, Dimana pada pagi ini ada kegiatan Diklat Penulisan Buku yang diselenggarakan oleh Tim AGPG berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan kabupaten Grobogan. Dalam mengikuti kegiatan tersebut tidak ada kendala berarti, sinyal kuat dan lancar.
Kegiatan diklat tersebut di buka oleh Ibu Farida Nurul Qomariah dengan baik dan disambut antusias peserta diklat yang luar biasa. Setelah melakukan pembukaan, Ibu Farida menyampaikan jikalau Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan belum dapat bergabung untuk membuka kegiatan dikarenakan banyaknya kegiatan yang beliau lakukan. Kemudian acara tetap dilanjutkan dan dipandu oleh moderator yaitu Ibu Lilik Rahmawati. Beliau menyampaikan pada kegiatan pagi ini ada dua narasumber yang akan berbagi ilmu dengan kita semua. Narasumber yang pertama adalah Ibu Sutarti, S.Pd.SD sebagai kepala sekolah di SDN 1 Krangganharjo  dan Bapak Eko Budiyono, S.Pd., M.Pd. sebagai kepala sekolah di SDN 2 Truwolu.
Ibu Sutarti, S.Pd.SD sebagai narasumber yang pertama, menyampaikan materi tentang proses penulisan buku. Dalam proses penulisan buku ada tahap-tahap yang harus dilakukan oleh seorang penulis, Beliau membagi tahap penulisan buku menjadi lima tahapan. Tahap pertama yaitu Pra menulis atau perencanaan bahwa seorang penulis itu harus mempunyai perencanaan terlebih dahulu sebelum menuangkan ide atau gagasannya. Tahap kedua adalah draft, penulis harus membuat tulisan atau coretan yang berisikan ide atau gagasan tersebut.  Tahap ketiga revisi tulisan, setelah mempunyai tulisan yang dilakukan penulis selanjutnya adalah membaca berulang- ulang  untuk direvisi, atau membagi tulisan tersebut kepada teman – teman dan mintanya untuk memberikan penilaian atau kritikan kepada tulisan yang telah dibuat dengan jujur. Tahap ke empat adalah penyunting atau pengeditan, setelah tulisan tersebut sudah baik dan benar akan dilakukan penyunting oleh tim. Tahap ke lima yaitu publikasi, Dimana tulisan bapak/ibu semua sudah siap diedarkan atau dipublikasikan untuk dibaca oleh orang banyak.
Ketika belajar menulis, Ibu Sutarti, S.Pd.SD menyampaikan sering sekali kita mengalami kebuntuan atau kehabisan ide.  Jika seperti itu yang harus kita lakukan adalah berhenti menulis dulu, kemudian jalan-jalan karena terkadang dengan kegiatan tersebut tiba-tiba kita akan muncul ide atau gagasan baru. Selanjutnya Ibu Sutarti, S.Pd.SD menyampaikan bahwa Tim AGPG juga memiliki perpustakaan digital.
Narasumber yang ke dua adalah Bapak Eko Budiyono, S.Pd., M.Pd., beliau menyampaikan materi tentang aspek teknis penulisan buku. Dalam menulis buku ada aspek-aspek yang harus diperhatikan, diantaranya ada tujuh aspek terdiri atas gaya penulisan yang jelas, singkat dan efektif, tentukan tujuan penulis dan sasaran pembaca, kesesuaian dengan tujuan dan sasaran pembaca, kesesuaian dengan genre, penggunaan Bahasa, penggunaan kalimat paragraf dan penggunaan elemen-elemen tulisan. Bapak Eko Budiyono, S.Pd., M.Pd menyampaikan jika satu kalimat terdiri lebih dari tujuh belas kata itu sama dengan kalimat ruwet.
Ditengah-tengah penyampaian materi oleh Bapak Eko Budiyono, S.Pd.,M.Pd,  host Ibu Farida mendapat informasi bahwa bapak Drs. H.Purnyomo, M.Pd. selaku Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Grobogan dapat bergabung dan membuka acara pada pagi ini. Bapak Drs. H. Purnyomo, M.Pd. menyampaikan bahwa beliau sangat mengapresiasi kepada bapak/ibu guru Tim AGPG telah melaksanakan kegiatan Diklat Penulisan Buku tersebut. Hal tersebut termasuk salah satu cara pengembangan kompetensi bagi guru-guru, khususnya Bagi bapak/ibu guru yang sudah bersertifikasi. Selain itu, beliau juga sangat senang karena banyak bapak/ibu guru yang antusias mengikuti kegiatan penulisan buku tersebut. Sebagai wujud rasa cintanya kepada bapak/ibu guru yang mengikuti Diklat Penulisan Buku tersebut, bapak Drs. H. Purnyomo, M.Pd akan memberi hadiah kepada bapak/ibu guru yang menjadi peserta Penulisan Buku Terbaik.
Kegiatan selanjutnya diisi sambutan oleh Ibu Titiek Soertirahajoe, S.Pd. selaku ketua AGPG. Beliau menyampaikan laporan bahwa Kegiatan Diklat Penulisan Buku dengan mengambil take line Gema Rusa Menuku ( Gerakan Bersama Guru Bisa Menulis Buku ) diikuti sekitar 1300 peserta dengan sumber dana dari pribadi masing-masing guru. Dalam kegiatan tersebut terbagi menjadi dua mode yaitu inservice dan onservice. Kegiatan inservice dilakukan melalui zoom meeting dan dilakukan selama dua hari yaitu Selasa, 25 Maret 2025 dan Rabu, 26 Maret 2025. Kemudian untuk kegiatan onservice dilakukan setelah lebaran yaitu pendampingan kepada bapak/ibu guru peserta Diklat Penulisan Buku sampai menghasilkan sebuah karya buku yang siap di publikasikan. Hal itu dilakukan dalam rangka untuk memperingati hari Guru pada Bulan November yang akan datang.

Setelah Diklat Penulisan Buku dibuka oleh bapak Drs. H. Purnyomo, M.Pd. kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi bapak Eko Budiyono, S.Pd., M.Pd.,  beliau melanjutkan materi yang terjeda  dalam Aspek teknis penulisan buku. Selanjutnya bapak Eko Budiyono, S.Pd., M.Pd. menyampaikan Teknik penulisan buku ada  empat terdiri atas Teknik penulisan yang jelas dan singkat, efektif, kreatif dan sistematis. Bapak Eko Budiyono, S.Pd., M.Pd  juga menyampaiakan jenis-jenis buku yang dapat kita tulis contohnya, Cergam (cerita bergambar), Cerpen, Kumpulan puisi, Buku Cerita Rakyat, Buku Fiksi dan Buku Nonfiksi.
Setelah kegiatan penyampaian materi oleh kedua narasumber berakhir, kegiatan terakhir yaitu sesi tanya jawab. Dikarenakan penulisan buku hal baru bagi bapak/ibu guru peserta diklat jadi begitu banyak pertanyaan yang masuk kepada moderator. Sesi tanya jawab berlangsung kurang lebih 30 menitan karena antusiasnya peserta diklat dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ditutup sekitar pukul 11:35 oleh Ibu Farida dengan permohonan maaf jika dalam membawakan acara ada tutur kata yang salah dan dilanjutkan dengan pantun yang istimewa.

Silakan berkomentar dengan sopan

1 Komentar