Selamat Datang di Laman AGPG (Asosiasi Guru Penulis Grobogan) Asosiasi Guru Penulis Grobogan, merupakan perkumpulan guru yang berkomitmen untuk mengembangkan kompetensi bidang penulisan buku dan penyediaan bahan ajar bagi siswa

KEMBALI MENUJU KEABADIAN

Oleh : Anik Yusmiati, S.Pd.

Guru SD Negeri 2 Karangsono, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan

 

AGPG (Asosiasi Guru Penulis Grobogan) menggelar Diklat Penulisan Buku dengan tagline "Gema Rusa Menuku, Gerakan Bersama Guru Bisa Menulis", yang bekerja sama dengan Dinas Kabupaten Grobogan. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring (Via zoom dan youtube) pada tanggal 25 - 26 Maret 2025, dan secara luring pada tanggal 15 - 17 April 2025. Kegiatan ini sangat menarik karena mengajak kepada para tenaga pendidik untuk menjadi bagian dari AGPG (Asosiasi Guru Penulis Grobogan).

Menurut saya, diklat ini bukan hanya sekedar untuk menelurkan karya berupa buku, tetapi sebuah upaya untuk kembali membumikan budaya literasi. Dijaman yang serba digital dan instan ini, menjadikan manusia enggan berliterasi dengan baik. Sehingga tak banyak orang yang membaca dan menghasilkan karya tulis yang baik dan otentik. Kegiatan ini menarik karena mengajak saya untuk kembali menulis, setelah bertahun-tahun vakum. Mengajak saya lagi untuk kembali menata kata, merangkai imajinasi, dan kembali menuju keabadian.

Menulis bukan hanya sekedar menghasilkan tulisan, akan tetapi lebih dari itu. Menulis adalah sebuah usaha untuk mengabaikan moment dan kenangan, menuturkan pemikiran, hingga menciptakan sejarah diri sendiri. Manusia mudah lupa, tetapi dengan menulis maka semua memori dan pemikiran akan tetap terjaga.

Mengutip kata-kata dari Pramodya Ananta Toer, "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian". Ya, begitulah kira-kira. Sepandai apapun orang, jika ia tak menulis maka akan tenggelam. Kita mengenal para pendiri bangsa dan menyelami pemikiran mereka, karena mereka menulis. Sehingga pemikiran mereka bisa kita baca dan pelajari hingga sekarang. Kartini dikenal sebagai pahlawan emansipasi karena ia menuliskan pemikirannya. Sehingga di pelajari dan dimaknai banyak orang.

Menulis sangat penting bagi kita. Terlebih lagi kita adalah pendidik yang seharusnya mampu membudayakan literasi itu sendiri. Melalui kegiatan Diklat Penulisan Buku dengan tagline "Gema Rusa Menuku", diharapkan para tenaga pendidik akan menghasilkan karya dan mampu mengajak para siswa untuk berkarya.

Salam literasi!

Silakan berkomentar dengan sopan

0 Komentar