oleh : Weka Erindrawanta, S.Pd
Unir kerja : SDN 3 Tanggung
Ada sebuah ungkapan bijak yang menyatakan bahwa kalau kita tidak mencoba, kita tidak akan tahu hasilnya. Ya… begitulah intisari dari kegiatan yang kemarin diikuti oleh ribuan guru di Kabupaten Grobogan. Asosiasi Guru Penulis Grobogan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan telah menyelenggarakan kegiatan yang spektakuler. Kegiatan itu bertajuk "Gema Rusa Menuku" yang digagas langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan Bapak Drs.H.Purnyomo, M.Pd.
Gema Rusa Menuku yang merupakan akronim dari Gerakan Bersama Guru Bisa Menulis Buku adalah cita-cita besar yang ingin diwujudkan bersama untuk meningkatkan kompetensi profesional para guru di kabupaten Grobogan. Ibarat gayung bersambut, program ini ternyata booming dan mendapat respon yang sangat positif dari para pendidik yang ada di Kabupaten Grobogan. Lebih dari 1300 guru mengikuti kegiatan ini yang mulai dilaksanakan dengan sistem blended dari tanggal 25 Maret – 30 April 2025.
Antusias positif peserta diklat dalam mengikuti kegiatan ini dibuktikan dengan keaktifan para peserta dalam menyimak dan memberikan pertanyaan dari para nara sumber yang kompeten di bidangnya. Nara sumber ini adalah para cendekia yang telah berhasil menulis beberapa buku dan telah lolos ISBN tingkat nasional. Pengalaman adalah guru yang terbaik, begitulah yang saya rasakan selama mengikuti kegiatan diklat ini. Melalui berbagai permasalahan, kendala, memunculkan ide, topik penulisan dan bagaimana menyusun kalimat efektif semuanya di kupas tuntas oleh para narasumber yang murah senyum ini.
Materi di hari pertama dimulai dari penanaman mind set bahwa kegiatan menulis adalah kegiatan yang sangat mudah. Kita setiap hari telah melaksanakan kegiatan menulis, mulai dari menulis pesan kepada peserta didik melalui grup WhatsApp kelas, menulis jurnal pembelajaran dan menulis berbagai tugas pokok lainnya. Ini tentunya menjadi modal dasar bagi para peserta untuk lebih mendalami ilmu dalam menulis buku sesuai dengan beberapa petunjuk jenis buku yang akan di tulis.
Buku yang dapat di tulis oleh peserta dibedakan menjadi beberapa jenis, yang memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda-beda. Jenis buku tersebut diantaranya adalah : Buku pelajaran, Buku pengayaan, Buku referensi, Buku TTS pelajaran, Buku Otobiografi, Buku Biografi, Buku memoar, Buku novel mini, Buku novel fiksi, Buku novel faksi, Buku Kumpulan puisi, Kumpulan cerpen, Buku kuliner, Buku cerita rakyat / asal usul / adat istiadat, Buku cergam, Buku kumpulan media pembelajaran, Buku komik, Duku diary, Buku religi, Buku sejarah, Buku Fotografi, Buku profil sekolah, Buku pendidikan inklusi, Buku sekolah vokasi, Buku yg disadur dari skripsi/tesis/disertasi. Buku kumpulan soal, dan Buku saku pramuka.
Dengan banyaknya pilihan yang bisa di tulis oleh peserta diklat, maka dibutuhkan konsistensi dan perasaan optimis agar tujuan awal untuk menghasilkan karya berupa buku dapat terwujud. Konsisten merupakan suatu upaya yang dilakukan secara terus menerus sesuai dengan jadwal yang telah dirumuskan, sedangkan optimis merupakan suatu sikap pantang menyerah dan selalu bekerja keras untuk menyelesaikan suatu kegiatan yang diikuti. Kedua komponen ini tidak bisa terpisahkan dan harus berjalan beriringan agar tujuan yang telah di tetapkan bisa terwujud. Semoga dengan semangat dan pendampingan dari AGPG bisa mengantarkan para guru untuk menerbitkan buku sesuai dengan karya yang sesuai dengan kompetensinya.
Silakan berkomentar dengan sopan
0 Komentar