Jenis: cerpen
Oleh: Maulina Zaidatul Ma'rifah, S.Pd.
Unit kerja: SD Negeri 1 Gubug
Pramoedya ananta toer merupakan salah satu sastrawan legendaris yang karyanya dibaca sampai mancanegara. Beliau tidak hanya terkenal di Indonesia tetapi juga mendunia, terbukti dengan karyanya yang telah diterjemahkan lebih dari dua puluh bahasa. Cakupan isinya yang luas dengan gaya penulisan yang memukau membuat Pramodeya dikenal sebagai sastrawan yang karyanya layak diakui secara internasional. Kisah hidup yang penuh pengorbanan menjadikan hasil karyanya banyak menginspirasi bagi para penulis dan pembaca. " semua harus ditulis, apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit yang penting, tulis, tulis dan tulis. Suatu saat pasti berguna." (Toer).
Menulis adalah sebuah keberanian. Selasa, 25 Maret 2025 ku bulatkan tekat kuat untuk mengikuti kegiatan penulisan buku bagi guru dan kepala sekolah se- kabupaten grobogan yang diadakan oleh AGPG. Ya ini merupakan kesempatan emas agar aku mampu mengembangkan kemampuan menulis dengan baik. Setelah mengikuti pelatihan menulis yang diadakan oleh AGPG tentunya banyak manfaat yang akan diperoleh. Kegiatan hari ini dilakukan secara daring melalui zoom dengan moderator yang begitu cekatan ibu Lilik Rahmawati dari tim AGPG.
Paparan yang disampaikan oleh ibu Sutarti mengenai pengenalan penulisan buku. Ternyata menulis itu tidak semudah yang dibayangkan. Banyak aturan dan kaidah kepenulisan dasar yang harus diperhatikan agar menjadikan tata bahasa tulisan berkualitas. Ada beberapa tahapan yang dijelaskan mulai pra-menulis hingga tahap publikasi sehingga tulisan yang sudah kita buat dapat dinikmati oleh khalayak umum.
Paparan yang kedua disampaikan oleh bapak Eko Budiyono tentang teknik penulisan buku. Teknik penulisan buku dimulai mengatur struktur dan organisasi, gaya kepenulisan, menyesuaikan dengan gendre, kesesuaian dengan tujuan dan penggunaan elemen kepenulisan.
Perjuangan dalam menulis adalah harus sedikit dipaksa terlebih dahulu untuk memulai, namun jika sudah terbiasa lama kelaman menulis bukan lagi sebuah paksaan melainkan kebiasaan. Menulis dapat dimana saja, banyak media yang dapat mewadahi tulisan kita seperti media sosial ataupun catatan, blog dan lain sebagainya. Apa yang kita tulis suatu saat akan menjadi kenangan. "Teruslah menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas guru melalui pelatihan dan pengembangan diri salah satunya dengan menulis." ujar bapak purnyomo selaku dinas pendidikan.
Silakan berkomentar dengan sopan
0 Komentar