Sejujurnya, tidak pernah terlintas dalam benakku sebelumnya untuk mengikuti diklat penulisan buku ini. Aku lebih senang berada di zona nyamanku yaitu mengajar dan membimbing anak didikku. Namun, ada kejadian yang tak terduga terjadi yang mungkin ini bisa menjadi jalan keluarku berada di zona nyaman itu. Sebuah surat cinta dari Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan yang bekerja sama dengan Asosiasi Guru Penulis Grobogan (AGPG) membuatku membangkitkan kenangan lama ketika di masa "Putih Abu-abu", yang saat itu aku menyukai menulis puisi yang kutuangkan untuk mencurahkan semua emosiku ke dalam sebuah tulisan. Awalnya hanya iseng, mendaftarkan formular diri untuk mengikuti Diklat menulis ini yang ternyata telah diikuti oleh ribuan guru di Kabupaten Grobogan. Ini adalah awal pengalamanku keluar dari zona nyaman, yang nantinya entah akan membawa kemana eksperimenku mengikuti kegiatan diklat ini.
Tema yang telah diusung yaitu "GEMA RUSA MENUKU". Menarik sekali bukan?
Tema ini dimaksudkan dengan "Gerakan Bersama Guru Bisa Menulis Buku". Inilah harapan dari AGPG bersama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan. Ini juga yang menjadi harapanku, menjadi awal langkahku untuk menuangkan ide-ide yang ada dalam imajinasiku. Gerakan bersama ini merupakan sinergi dan kolaborasi antara guru dengan Dinas Pendidikan dalam menciptakan sebuah karya tulis bersama, yang dapat memberikan dampak positif kedepannya dan menginspirasi bagi dunia Pendidikan dan meningkatkan literasi.
Pagi itu, diawali dengan zoom meeting yang dipandu oleh MC yaitu ibu Farida yang semakin membuatku bersemangat untuk melanjutkan mengikuti kegiatan daring ini. Beliau yang mengawali kegiatan dengan senyum yang indah, dan juga pengalaman-pengalaman luar biasa yang pernah beliau lalui baik dalam organisasi guru penulis maupun pengalaman yang lainnya.
Dilanjutkan dengan sesi pertama tentang "Pengenalan Penulisan Buku" yang disampaikan oleh Ibu Sutarti, S.Pd. Saya sangat menyukai semangatnya dalam menulis buku, sudah beberapa buku juga yang sudah diterbitkan. Beliau memaparkan materi dengan jelas, mudah dipahami, dan tanpa teori-teori yang sulit. Beliau menekankan dalam menulis hal yang paling utama adalah niat hati yang tulus sehingga penulis pemula akan dengan senang hati dan tanpa tekanan dalam menuliskan ide dan gagasannya dalam sebuah tulisan.
Materi selanjutnya, yaitu "Teknik Penulisan Buku" yang disampaikan oleh Bapak Eko Budiyono, S.Pd., M.Pd. Beliau juga mempunyai karya-karya yang telah dipublikasi dan menjadi bagian dari AGPG. Teknik Penulisan Buku diperlukan agar menciptakan karya tulis yang berkualitas dan efektif.
Layar laptopku menampilkan ribuan wajah sumringah dari bapak ibu guru yang mengikuti kegiatan diklat Gema Rusa Menuku ini. Meskipun mengikuti kegiatan diklat melalui Daring Zoom tetapi semangat luar biasa masih terpancar dari semua peserta Diklat di setiap penjuru di seluruh Kabupaten Grobogan. Di kotak paling tengah, dengan latar belakang Diklat Penulisan Buku Gema Rusa Menuku sebagai virtual background, tampak seseorang yang sangat familir bagi bapak ibu guru se-Kabupaten Grobogan ini. Beliau adalah Kepala Dinas Kabupaten Grobogan Bapak Drs. H. Purnyomo, M.Pd menyapa kami dengan senyum ramahnya dan ketegasannya. Pesan yaitu agar bapak ibu guru dapat mengikuti kegiatan diklat penulisan dengan semangat tinggi, mengikuti alur kegiatan sampai akhir, dan mengharapkan untuk bapak ibu guru hebat menulis dengan hati yang Ikhlas dan senang.
Sesi hari pertama ditutup dengan kegiatan tanya jawab. Ada banyak sekali guru yang ingin mengutarakan pertanyaan kepada para pemateri. Namun, karena waktu yang terbatas, tidak semua pertanyaan yang disampaikan oleh peserta di kolom chat zoom itu dapat dijawab. Hal yang selalu teringat olehku, menulis diawali dengan niat hati yang tulus, dan harus dilakukan dengan senang hati sehingga muncul ide-ide baru dalam menulis. Ketika melalui jalan buntu, belum muncul ide baru untuk menuangkan ke dalam tulisan, maka disarankan untuk berhenti terlebih dahulu, carilah udara segar dan rilekskan pikiran.
Siang semakin terik, panas yang begitu membara, sama halnya dengan semangatku yang semakin membara untuk memulai menulis. Mungkin ini awal dari pengalaman pertamaku menembus dunia pena. Aku berharap semangat menulisku ini tidak menurun hingga suatu saat nanti aku bisa meluncurkan bukuku sendiri. Semangat untuk diri sendiri, semangat untuk bapak ibu guru peserta diklat. Yakinlah, jika kita mempunyai niat dan usaha yang tulus, kita akan dapat mengejar mimpi yang ingin kita gapai.
Silakan berkomentar dengan sopan
0 Komentar