Puji Retno Murtianingrum,S.Pd.SD
SDN 6 WirosariNama lain Kali Brug yang berlokasi
di Kelurahan Wirosari, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah,
sekitar 25 km sebelah timur Purwodadi adalah Water Brug van Amsterdam (Jembatan
Air Amsterdam).Sejarah dan Informasi Peninggalan Belanda Kali Brug merupakan
situs bersejarah peninggalan Belanda.
Tahun Pembangunan dibangun pada
tahun 1901.Fungsi Awalnya Jembatan air ini dibangun dengan tujuan utama untuk
kepentingan perusahaan transportasi kereta api. Spesifikasi mesin kereta api
pada masa itu sangat membutuhkan air dan kayu bakar. Oleh karena itu, Kali Brug
berfungsi untuk menyalurkan air dari Bendung Tirto (sekitar 6 km di sebelah
utara, di kaki Pegunungan Kendeng Utara) hingga tepat di stasiun kereta api
Wirosari. Lokasi stasiun kereta api pada masa itu seringkali berdekatan dengan
TPK (Tempat Penyimpanan Kayu) milik Perhutani saat ini.
Konstruksinya Memiliki panjang
sekitar 300 meter membujur dari utara ke selatan. Bangunannya kokoh dan hingga
kini masih berfungsi dengan baik.Kesaksian Sejarah bahwa Kali Brug menjadi
saksi bisu dari rangkaian politik etis колониального Belanda setelah VOC
(Vereenigde Oostindische Compagnie) bangkrut dan terkuras dananya pasca Perang
Diponegoro (1825-1830).Populer sebagai Spot Foto: Beberapa tahun belakangan
ini, Kali Brug menjadi populer dan sering dikunjungi masyarakat untuk
berswafoto karena keunikan dan keindahan bangunannya. Di sekitar jembatan juga
telah dibuat taman dan fasilitas musala.
Upaya PelestarianKali Brug sekarang banyak relawan yang dengan rela merawat seperti Relawan Hijau Wirosari.Menanam tanaman,bunga,pohon.dan menghias taman se sekitar Kali Brug.Adanya keprihatinan terhadap kondisi Kali Brug yang kurang terawat mendorong berbagai pihak untuk melakukan normalisasi dan perawatan, salah satunya diinisiasi oleh Kolonel Arie Yulianto, putra asli Wirosari.Polsek Wirosari juga memberikan perhatian pada pelestarian Kali Brug dengan melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar.Masyarakat setempat juga diharapkan turut serta merawat dan mengoptimalkan pemanfaatan Kali Brug sebagai cagar budaya.
Sayangnya, situs bersejarah ini sempat menjadi sasaran aksi vandalisme berupa coretan-coretan di dinding jembatan, yang sangat disayangkan karena dapat mengurangi keaslian dan keindahan situs. Pelaku vandalisme dapat diancam pidana sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.Kerusakan Terbaru pada bulan September 2024, dilaporkan bahwa sebagian dinding talang air Kali Brug ambrol akibat hujan deras.
Potensi Wisata Kali Brug memiliki
potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata dengan rencana penambahan
fasilitas yang nantinya dapat menambah keindahan panaorama sekitar kali brug.Tradisi
Lokal adalah Menjelang Ramadan, warga Wirosari memiliki tradisi
"kungkum" (berendam diri) di Kali Brug sebagai ritual pensucian diri.
Grebeg Suro di Jawa.Grebeg Suro sendiri adalah tradisi penting dalam budaya
Jawa yang umumnya dirayakan untuk menyambut Tahun Baru Islam (1 Muharram atau 1
Suro). Perayaan ini seringkali melibatkan kirab budaya, doa bersama, dan
berbagai acara lainnya. Beberapa daerah di Jawa yang terkenal dengan perayaan
Grebeg Suro antara lain Ponorogo dan beberapa tempat di Jawa Timur dan Jawa
Tengah.Dengan demikian, Kali Brug bukan hanya sekadar bangunan irigasi
peninggalan Belanda, tetapi juga memiliki nilai sejarah, potensi wisata, dan
menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat. Upaya pelestarian terhadap
situs ini menjadi penting untuk menjaga warisan budaya bagi generasi mendatang.Adanya
perayaan "Grebeg Suro" yang rutin diadakan di Kali Brug Wirosari,
Kabupaten Grobogan dan adanya event perkemahan,olahraga,selfi dan berfoto
ria,pembuatan video klip untuk laguvideo atau drama pendek,dan kegiatan positif
lainnya yang dapat dilakukan.
Silakan berkomentar dengan sopan
0 Komentar