Selamat Datang di Laman AGPG (Asosiasi Guru Penulis Grobogan) Asosiasi Guru Penulis Grobogan, merupakan perkumpulan guru yang berkomitmen untuk mengembangkan kompetensi bidang penulisan buku dan penyediaan bahan ajar bagi siswa

Lia Herliana Ajak Penulis Grobogan Abadikan Budaya Lokal Lewat Esai dan Artikel Populer

 


Lia Herliana Ajak Penulis Grobogan Abadikan Budaya Lokal Lewat Esai dan Artikel Populer

GROBOGAN – Dalam pertemuan kedua Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal yang digelar di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Kabupaten Grobogan, Selasa (19/5/2026), narasumber Lia Herliana, S.Sos. membedah strategi menulis konten lokal agar menjadi warisan (legacy) yang abadi bagi masyarakat.

Menjaga Akar Kehidupan dari Gerusan Zaman

Lia Herliana, yang merupakan penulis berpengalaman dengan lebih dari 90 buku anak, menekankan pentingnya menulis budaya lokal karena posisinya sebagai akar kehidupan yang kian tergerus zaman. Menurutnya, menulis adalah upaya kolektif untuk menjaga ragam budaya agar tidak punah.

"Manfaat menulis budaya lokal bukan hanya untuk melestarikan tradisi yang nyaris terlupakan, tetapi juga menyediakan bahan bacaan literasi yang mengangkat potensi daerah yang kurang dikenal luas," ujar Lia dalam paparannya.

Membedah Esai Deskriptif vs Artikel Ilmiah Populer

Dalam sesi ini, peserta diajak memahami dua jenis tulisan yang menjadi fokus utama kegiatan:

  1. Esai Deskriptif: Menggunakan prinsip "Show, don’t tell". Penulis diajak melukis dengan kata-kata agar pembaca ikut merasakan atmosfer melalui detail panca indera dan sudut pandang pribadi.
  2. Artikel Ilmiah Populer: Berfokus pada "Explain, do not just state". Tulisan ini bersifat objektif, lugas, dan bertujuan menerjemahkan bahasa ilmuwan ke dalam bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti khalayak umum.

Sebagai contoh, Lia membedah tema lokal "Sega Pager". Jika ditulis menjadi esai, fokusnya bisa pada pengalaman emosional saat sarapan di lapak tertentu. Namun jika menjadi artikel ilmiah populer, fokusnya bergeser pada isu ketahanan pangan berbasis pekarangan.

Kunci Naskah Berkualitas: Riset dan Swasunting

Lia juga membagikan tahapan menulis yang sistematis, mulai dari Pramenulis (riset dan outline), Proses Menulis (mengembangkan ide tanpa sering menghapus), hingga Pascamenulis.

Ia memberikan catatan khusus agar peserta menghindari "information dump" atau sekadar merangkum isi berita. "Bahaslah hal yang spesifik. Fokus pada satu tradisi atau satu tokoh saja agar tulisan lebih mendalam," tegasnya.

Sebagai penutup, ia mengingatkan pentingnya Swasunting. Penulis wajib mengendapkan naskah sebelum mengecek kembali keakuratan data, ejaan, serta keefektifan kalimat. Lia juga menyarankan penggunaan kanal resmi seperti KBBI, EYD V, dan Tesaurus Tematis sebagai alat bantu kepenulisan.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan penulis-penulis baru dari Grobogan yang mampu menyuarakan kearifan lokal ke kancah nasional melalui tulisan yang bermakna. 


Silakan berkomentar dengan sopan

0 Komentar