TOROH — Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Toroh menggelar kegiatan
pemotretan Kartu Tanda Anggota (KTA) "Ayo Pramuka" yang
diselenggarakan langsung oleh Kwartir Nasional. Kegiatan tertib administrasi
keanggotaan ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni Selasa
(18/8/2026) dan Rabu (19/8/2026), menyasar seluruh anggota muda dan anggota
dewasa dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA di seluruh gugus depan
(gudep) se-Kwarran Toroh.
Berawal dari Sosialisasi Akhir Juli
Rencana pendataan dan pengadaan KTA Ayo Pramuka ini
sebenarnya sudah disosialisasikan Kwarran Toroh sejak awal Agustus lalu.
Melalui Surat Edaran Nomor 30/1505-E tertanggal 1 Agustus 2026, Ketua Kwarran
Toroh, Wahyu Kusumaningtyas, S.Pd., SD.M.Pd., menyampaikan hasil sosialisasi
program yang digelar di Kwarran Toroh pada Rabu, 29 Juli 2026.
Dalam surat tersebut, Kwarran Toroh menegaskan dukungan penuh
terhadap kebijakan Kwartir Nasional terkait pendataan dan pengadaan KTA. Setiap
gudep diminta menyiapkan data peserta didik baru maupun anggota yang
membutuhkan revisi kartu, menggunakan format resmi dari Kwarnas. Biaya
pengadaan KTA baru maupun cetak revisi ditetapkan sebesar Rp15.000, yang
dibayarkan setelah kartu selesai dicetak dan diserahkan ke pihak gudep. Jadwal
pemotretan serta blangko pengajuan KTA turut dibagikan melalui tautan resmi, dengan
Kak Abdul Wahab ditunjuk sebagai kontak person kegiatan.
Dua Hari, Puluhan Pangkalan, Delapan Tim Petugas
Puncak kegiatan pun tiba lewat dua surat pemberitahuan resmi
menyusul—Nomor 42/1505-E untuk jadwal Selasa, 18 Agustus 2026, dan Nomor
43/1505-E untuk jadwal Rabu, 19 Agustus 2026. Kedua surat menegaskan bahwa
peserta wajib mengenakan Seragam Pramuka lengkap beserta setangan leher, serta
telah mengunggah formulir biodata pendaftaran KTA (dalam format Excel) ke
tautan pendataan paling lambat dua hari sebelum jadwal pemotretan.
Kegiatan ini melibatkan delapan tim petugas yang bergerak
membagi wilayah kerja ke puluhan pangkalan gudep, mulai pukul 07.00 pagi hingga
siang hari, dengan interval sekitar 45 menit hingga satu jam per pangkalan.
Hari pertama, Selasa (18/8), delapan petugas—Rifqi Ardiansa,
Ahmad Mujahidin, M. Saiful Huda, M. Hasan Iskandar, Bimo Widjanarko, Pambayun
Setyo, Suci, dan Sahal—menyisir puluhan sekolah dan madrasah di wilayah Depok,
Boloh, Tambirejo, Sindurejo, Sugihan, Kranggenharjo, hingga Bandungharjo,
termasuk beberapa jenjang SMP dan SMA seperti SMAN 1 Toroh, SMPN 1 dan 2 Toroh,
hingga SMK Ath-Thoat Toroh.
Hari kedua, Rabu (19/8), jadwal pemotretan berlanjut ke wilayah Katong,
Pilangpayung, Genengadal, Dimoro, Tunggak, Kenteng, Genengsari, Plosoharjo,
hingga Ngrandah—mencakup pula MTs, MA, dan SMP di masing-masing kawasan
tersebut.
Harapan dari Kwarran Toroh
Melalui surat pemberitahuan yang ditandatangani Ketua Kwarran
Toroh, pihak Kwarran meminta para Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan
(Mabigus) di setiap sekolah untuk memfasilitasi serta mengarahkan peserta didik
dan pembina agar hadir tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan, demi
kelancaran seluruh rangkaian proses pemotretan.
Dengan tertibnya administrasi keanggotaan melalui KTA Ayo
Pramuka ini, Kwarran Toroh berharap seluruh anggota Pramuka di wilayahnya—dari
jenjang sekolah dasar hingga menengah atas—dapat memiliki identitas keanggotaan
yang resmi dan terdata secara nasional, sejalan dengan program besar Kwartir
Nasional Gerakan Pramuka.
(Tatik_Humas Kwarran Toroh)

Silakan berkomentar dengan sopan
0 Komentar